Jumat, 20 Januari 2017

Gengsi Diatas Mimpi



Pada suatu saat tertentu ada masa dimana seseorang berpikir tentang dirinya sendiri, tentang bagaimana masa depannya kelak dan sejauh mana yang ia capai selama masa hidupnya, ini momen bukan hal yang menyenangkan apabila yang di cita-citakan tidak sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan, maka disinilah timbul rasa merendahkan diri. sebut saja seorang mahasiswa tingkat akhir dimana ketika seangkatannya sudah mencapai gelar sarjana sedangkan "si perasa" masih berusaha diposisi "mencari" judul. ini terlihat hal yang biasa bagi yang membaca tetapi tidak dengan "si perasa" karena menurutnya banyak perasaan yang akan dikorban apabila ekpetasi meraih gelar sarjana tidak sesuai dengan target , karena adanya harapan yang harus dijaga dan  kebanggaan yang dibebankan kepada "siperasa" , hal yang paling kontras adalah orang tua.         Ada ungkapan pertanyaan yang dianggap sakral oleh orang lain yaitu kapan kawin..?tetapi sekali lagi tidak dengan "si perasa" ungkapan pertanyaan yang paling sakral dan paling keramat adalah pertanyaan kapan wisuda..? jangan berharap "si perasa" menjawabnya dengan jawaban ikhlas pada si penanya. ini akan membuat mengembalikan perasaannya distatus merendahkan dirinya.bersambung, gak kuat nulisnya karena sepertinya ane kenal sama "si perasa"
Share: